Sembuh dari Infeksi tenggorokan dan Radang Amandel Setelah di terapi Lintah

Alya nailaysa zahwa
 Tulisan ini adalah pengalaman pribadi penulis, anak saya Alya nailaysa zahwa umur 7 th. 2 minggu sakit panas, tapi panasnya hanya sebatas kepala dan lehernya saja, setelah beberapa hari kami terapi refleksi dan minum herbal alhamdulillah panasnya berangsur-angsur sembuh.
tapi beberapa hari kemudian pulang sekolah badanya panas lagi sama seperti kemarin , panasnya hanya sebatas leher ke atas, setelah saya periksa amandelnya kelihatan membesar, dan di sekitan kanan kiri dinding tenggorokanya terliha bintik-bintik putih yang sangat banyak, setelah saya terapi refleksi dan saya kasih beberapa tetes propolis. kepalanya mulai dingin, tapi beberapa jam kemudian panas lagi, setelah 2 hari panasnya  belum hilang juga maka saya mencoba priksa ke dokter, diagnosa dokter persis seperti apa yang saya perkirakan, yaitui infeksi tenggorokan karena bakteri dan radang amandel, tapi setelah beberapa hari minum antibiotik panasnya pun tak kunjung sembuh juga.
Saya pun berpikir untuk ganti dokter, tapi sebelum pikiran itu terlaksana, saya imgat beberapa hari lalu saya nerapi pasien pembengkakan kelenjar tiroid dengan terapi lintah dan hasilya luar biasa 2X terapi bengkak di lehernya mengecil drastis. lalu saya pun berfikir bagaimana kalo anak saya saya coba dengan terapi lintah?
Akhirnya  anak saya, saya bujuk pelan-pelan supaya mau diterapi lintah, awalnya memang susah, tapi akhirnya mau juga, Dan Allahu Akbar lintah saya gigitkan di lidahnya, 2 lintah malah, memang awalnya nangis tapi setelah 2 menit berselang nangisnya pun reda. dan Subhanallah kurang lebih 20 menit lintahnya menggigit, lintahnya pun lepas sendiri, Masya Allah panas di tubuhnya Alya langsung turun drastis, dan akhirnya saya pun membujuknya utk saya gigitkan lintah di dadanya, karena alya sering batuk. alya pun mau, dengan izin Allah anak saya sembuh dari radang dan infeksi jamur di tenggorokanya. Besoknya pun dia langsung bisa sekolah kembali.
tidak sampai disitu karena saya masih penasaran maka saya pun mencoba terapi lintah pada anak saya yang kecil Muhammad fathir el-zena umur 4 th. fathit juga punya amandel dan di lidahnya juga banyak selaput putih-putih, maka fathir pun saya gigitkan lintah di lidahnya, dia pun malah nantang berani, sekitar 20 menitah lintah nggigit dilidah fathir sampai akhirnya lepas sendiri, maka saya pun lansung melihat lidah dan tenggorokanya, Subhanallah putih-putih dilidahnya bersih dan benjolan amandelnja jauh berkurang.
Allahuakbar. memang tidak ada yang sia-sia segala yang Engkau ciptakan Ya Allah. Segala puji hanya milikMu
Mohammad fathir al-zena
 Setelah anda membaca tulisan ini anda pasti beretanya-tanya kenapa lintah bisa sehebat itu, inilah Zat-zat yang terkandung didalam tubuh lintah
Zat-zat yang terkandung dalam lintah

Dalam proses terapi lintah, ketika lintah menghisap darah, mereka memasukan air liur yang mengadung beragam zat kimia alami. Apa yang terjadi pada darah Anda, ketika lintah menghisap selama 1-2 jam? Telah terjadi campuran yang kompleks, antara darah anda dengan zat-zat :1. Hirudin : masuk kedalam coagulant (darah kental) melalui pengikatan thrombin ( faktor dalam thrombin yang berupa enzyme ). Darah kental biasa keluar dari lubang gigitan, bersama darah cair.2. Anti infeksi : ( pinicilin ) untuk menjaga terjadinya enfeksi.

3. Calin : berada didarah kental yang memblokir “factor von wilebrand”, dan berfungsi sebagai zat perantara (mediator) dalam proses agregrasi struktur darah yang disebut platelet.

4. Destabilase : aktifitas monomerizing. Melumatkan vibrind ( produk akhir dari proses pengentalan darah ).

5. Hirustasin : berada di enzim kalikrein; enzim trypsin yang berfungsi sebagai pelembutan protein menjadi peptone, untaian peptine, peptidase, dst. Peptidase merupakan enzim didalam pencernaan dan usus.

6. Bdellins : zat yang mengurangi radang kulit merah, bengkak, sedikit dan gatal yang dialami sekitar 3-4 hari.

7. Hyaluronidase : zat anti biotic sehingga “badan lintah” yang dianggap kotor tidak menyebabkan infeksi.

8. Anesthetic Substance : penghilang rasa sakit setempat.

9. Triptase Inhibitor : berada di enzim proteolytic dari mast cells dari suatu jaringan cyptoplasmic granule (mengandung heparin, hisatmine dan serotonin) yang dilepas saat mengalami pembengkakan dan alergi.

10. Egllins : zat anti pembengkakan.

11. Faktor xainhibitor : zat aktif darah anti kental (anti-koagulan).

12. Complement Inhibitors : zat pengganti zat lain, jika ada kekurangan.

13. Carboxypeptydase alnhibitors : meningkatkan aliran darah disekitar lokasi gigitan.

14. Histaminlike subtance : berfungsi sebagai fosoldilator mengembangkan pembuluh darah sehingga hingga aliran darah lebih lancar.

Di negar maju AS dan Inggris, jerma zat Hirudin diakui lebih aman dibanding dengan obat pencair darah buatan ( kimia ), karena efek sampingnya sangat minim.

 Semoga bermanfaat dan jika anda penasaran ingin mencoba terapi lintah, anda bisa datang ke Rumah sehat reflesi Jl. Brotonegoro barat no.108 Gresik kota baru. tlp. 081331462226/Pin BB 28D2082D

One Comment Add yours

  1. subhanallah…Allah sdh menciptakan alam beserta isinya untuk umat manusia,bagaimana kita memanfaatkannya…ayo gali terus rahasia alam ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s