PIJAT REFLEKSI MENGGOBATI PENYEBAB TIMBULNYA PENYAKIT

 

REFLEKSOLOGI

Refleksologi telah lama dikenal sebagai terapi alternatif untuk mengatasi gangguan pada saraf dan peredaran darah. Seperti apa sebetulnya cara kerjanya?

Jika kepala, lehar, atau punggung Anda terasa sakit, sebelum minum obat, cobalah jalani terapi pijat refleksi di bagian kaki atau tangan Anda. Dalam waktu beberapa menit, sakit yang Anda rasakan kemungkinan akan berkurang; dan jika dilakukan secara tepat dan benar, bahkan bisa menghilangkan keluhan yang sering Anda rasakan.

Inilah yang dilakukan oleh Akhmadi (35 tahun). Pria yang bekerja sebagai Marketing Manajer di sebuah bank swasta nasional ini mengaku sebelum mengenal terapi pijat refleksi berbagai macam obat telah diminum, namun hasilnya tidak bisa bertahan lama. “Selesai minum obat, beberapa hari kemudian sakitnya kambuh lagi,” katanya.

Menurut Andy Dees, MH, seorang ahli refleksologi dari Klinik Tre Danne, Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan sertifikat dari International Association of Natural Healing and Reflexology Athens-Greece, pijat refleksologi sangat berguna sebagai deteksi dini (early detection) dan pencegahan terhadap suatu penyakit (prevention of disease).

Asal usul refleksologi

Refleksologi yang dipraktikkan sekarang ini berasal dari Mesir Kuno, berdasarkan inskripsi pada kuburan seorang penyembuh di Saqqara, Mesir, tahun 2350 SM. Sebelumnya, refleksologi juga telah dikembangkan kurang lebih 5000 SM di Cina. Namun, sampai sekarang tidak jelas bagaimana hubungan perkembangan refleksologi di Mesir Kuno dan Cina Kuno. Bagaimanapun, rupanya berbagai cara pemijatan titik-titik pada kaki untuk menyehatkan tubuh telah dilakukan oleh nenek moyang manusia dari berbagai penjuru dunia.

Bahkan orang Barat modern pun kemudian tertarik untuk mengembangkan refleksologi yang disebarkan ke Eropa seiring dengan perluasan kawasan Kekaisaran Romawi. Adalah Dr Edwin Bowers, MD yang pada permulaan abad ke-20 menemukan teori zona yang kemudian diperkenalkan oleh Dr William Fitzgerald, MD dalam bukunya Relieving Pain at Home (1917). Dalam bukunya ini, tubuh manusia dibagi dalam 10 zona secara vertikal, mulai dari jempol kaki terus ke kepala, dan selanjutnya dari jari kaki kedua terus ke kepala juga. Demikian juga tangan dibagi dalam jumlah zona yang sama, mulai dari ujung jari sampai pundak. Organ-organ tubuh dan saraf-saraf pada zona atau jalur yang sama itu saling berhubungan.

Dengan prinsip keterkaitan organ dalam tubuh, terapis pijat refleksologi tidak perlu menyentuh organ yang bermasalah, cukup memijat saraf yang terletak pada kaki. Dengan begitu diharapan organ akan berfungsi normal kembali. Pembagian ke dalam zona ini ditujukan untuk mempermudah pengenalan letak titik-titik yang saling berhubungan.

Teori zona ini juga membuat pijak refleksi kaki dan tangan lebih mudah diterima terutama bagi orang Barat, sebagai terapi yang membantu meningkatkan stamina dan mempertahankan kebugaran tubuh. Bahkan Dr Fitzgerald kemudian menemukan fakta yang menarik bahwa selain mengurangi rasa sakit, refleksologi juga efektif mengobati penyebab timbulnya rasa sakit.

Melalui perintisan oleh Dr Shelby Riley, MD, dan Eunice D.Ingham, seorang Physical Therapist, dikembangkan teori foot reflex yang membuat refleksologi makin dikenal dan diterima secara luas seperti sekarang.

Mencari kesembuhan

Menurut Andy Dees, prinsip pijat refleksologi pada dasarnya adalah memanipulasi titik pusat simpul saraf atau pengendali reflek di titik meridian. Bila energi di jalur meridian berjalan lancar, artinya tubuh dalam kondisi sehat. Sebaliknya, jika ada gangguan, kerja organ tubuh akan pincang dan bereaksi dalam bentuk gejala sakit. “Dalam terapi pemijatan, rasa sakit ini biasanya timbul karena titik-titik refleksi tersebut menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan saat dilakukan pemeriksaan atau diagnosa,” Andy Dees menjelaskan.

Setelah terdiagnosa, pemijatan suatu organ tubuh bisa dilakukan melalui kaki atau tangan. Dan jika dilakukan dengan benar dan tepat pada titik pusat simpul saraf  yang mengalami gangguan, bukan gejala sakit saja yang hilang tetapi juga penyebabnya. Bahkan, pijat refleksi juga diyakini mampu menghilangkan penyakit emosi seperti stres, depresi, dan frustrasi karena  pemijatan pada titik-titik refleksi tertentu dapat memicu pelepasan endorfin, yaitu hormon yang diproduksi otak dan memiliki cara kerja mirip morfin, sehingga dapat membuat tubuh dan perasaan relaks. (N)

Kesehatan kita adalah preventif, pepatah bilang mencegah lebih baik dari pada mengobati. Orang juga sering bilang sehat itu mahal karena kita sering menyadari pentingnya kesehatan di saat kita sudah sakit, nah sebelum anda sakit anda patut merawantnya maka anda akan bilang bahwa Sehat itu Murah,

Terapi Refleksi adalah salah satu cara Preventif untuk manjaga kesehatan anda. Dengan Rutin Terapi Refleksi Insya Allah anda akan merasakan Hidup Sahat tanpa batas.

Jika anda ingin mencoba Kedasyatan terapi Reflekis anda dapat melakukanya di Rumah Sehat Refleksi yang beralamat di jl. Brotonegoro Barat no. 108 Gresik Kota Baru tlp. 031-70431304

www.rumah-refleksi.web.id

Penulis : Ahmad Kholil
Simak artikel lengkapnya di Nirmala 06/Tahun 11, edar 1 Juni 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s